pemain basket, teknik bola basket, teknik dasar bola basket, peraturan bola basket, NBA, NBL, IBL, asian games, bola basket, basket, posisi bola basket, lapangan basket,

Teknik Bola Basket dan Penjelasannya

Teknik bola basket dan penjelasannya – Olahraga satu ini merupakan salah satu dari sekian banyak macam yang paling mudah. Tujuan satu-satunnya adalah untuk melempar bola sehingga masuk ke dalam ring. Jika ingin menang, maka pastikan bola masuk ring lebih banyak daripada lawan. Yang sulit adalah ketika kita harus bermain dengan dan melawan banyak orang.

Dalam sebuah permainan tim, setiap pelatih manapun kita yakin mereka pasti menekankan sebuah permainan tim atau team play. Dimana team play ini harus melibatkan rekan setim Anda. Bahkan tidak jarang seorang pemain akan dibentak-bentak oleh pelatih atau rekan setim jika terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Kalau dalam permainan bola basket, biasannya yang umum kena bentak ketika pemain tersebut terlalu lama melakukan dribble atau saat terlalu cepat mengeksekusi tembakan.

Pemain ofensif sebesar Magic Johson, Larry Bird, Kobe Bryant, LeBron James dll. pun tidak akan melewatkan sebuah permainan tim. Justru mereka besar tidak lepas dari dukungan rekan-rekan setimnya. Jika kita kembali ke awal penemuan permainan bola basket ini, maka teknik permainan tim adalah satu-satunya opsi yang dimiliki para pemain basket.

Teknik Bola Basket Awal

 pemain basket, teknik bola basket, teknik dasar bola basket, peraturan bola basket, NBA, NBL, IBL, asian games, bola basket, basket, posisi bola basket, lapangan basket,
Old vs New

Ya, permainan tim adalahs satu-satunnya pilihan yang dimiliki oleh para pemain untuk bermain bola basket. Bagaimana bisa begitu?

Oke, let’s turn back the clock. Kita tahu, bola basket ini ditemukan oleh Dr. James Naismith pada tahun 1891. Ia adalah seorang akademisi yang mengajar di YMCA, sebuah sekolah tinggi untuk agama Kristen yang menekankan kesehatan jasmani dan rohani. YMCA adalah kepanjangan dari Young Men’s Christian Association, bertempat di Massachusetts, Amerika Serikat.

Permainan ini diciptakan karena James Naismith mendapat tugas dari seniornya. Tugas ini ditujukan bagi para atlit yang dinaungi oleh YMCA yang saat itu sedang dalam libur musim dingin. Agar tubuh tetap bugar dan fit maka mereka membutuhkan sebuah permainan atau olahraga yang bisa dimainkan di dalam sebuah ruangan atau indoor. Voila, terciptalah permainan bola basket tahun 1891.

Tentu saja dengan menggunakan lapangan seadannya di gymnasium milik YMCA, James Naismith memerintahkan murid-muridnya untuk memulai permainan dengan cukup mengoper bola menggunakan kedua tangan. Operan demi operan harus dilakukan untuk akhirnya memasukkan bola ke keranjang (ring) yang sudah tertancap di tembok atas gymnasium YMCA.

Nah, dari sini kita tahu bahwasanya saat pertama diciptakan, permainan bola basket belum mengenal apa yang kita sebut saat ini. Seperti dribbling, lay up, pivot, dan teknik-teknik dasar bola basket lainnya.

Teknik Bola Basket Modern

Gaya permainan bola basket saat ini memang sangat sedap untuk diperhatikan dan kita tiru. Fleksibilitas, kekuatan, kecepatan, agility dan respon adalah komponen-komponen penting untuk dapat memainkan olahraga ini.

Apa saja teknik dasar bola basket?

  1. Shooting (Tembakan)
  2. Dribble (Menggiring)
  3. Defense (Bertahan)
  4. Rebound (Serangan Balik)
  5. Passing (Oper)

Pada dasarnya, seluruh pemain bola basket minimal harus menguasai semua teknik ini. Namun, beberapa teknik pun juga harus menjadi teknik yang wajib bahkan kesempurnaan adalah harga fatal. Pada bahasan selanjutnya, kita akan kupas sedetail mungkin perihal teknik-teknik ini. Check it out.

Dribble

pemain basket, teknik bola basket, teknik dasar bola basket, peraturan bola basket, NBA, NBL, IBL, asian games, bola basket, basket, posisi bola basket, lapangan basket
Teknik Bola Basket – Dribble

Oke, seperti yang kami sampaikan sebelumnya, permainan bola basket saat awal dimainkan tidak mengenal dribble, dunk, pivot, lay-up dll. Dr. James Naismith hanya menginstruksikan kepada para siswannya untuk mengoper bola ke rekan setim. Untuk akhirnya dimasukkan ke keranjang atau ring.

Namun aturan ini berubah enam tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1897. Ketika sebuah tim basket kampus memperkenalkan teknik dribbling. Dribbling tahun-tahun pertama dikenalkanpun belum seperti yang Anda lihat saat ini. Saat itu, dribble hanya boleh dilakukan dengan melakukan satu kali pantulan lalu dioper ke rekan setim.

Lalu butuh waktu sekitar empat tahun lagi untuk membuat teknik dribble menjadi seperti saat ini? Apa sih dribble ini?

Jadi, dribble atau dribbling atau menggiring dalam bola basket adalah pemain yang sedang membawa bola. Ia bergerak dengan memantulkan bola ke lapangan sesuai area yang diperbolehkan. Umumnya pemain yang melakukan dribble maka ia sedang dalam posisi menyerang.

Oleh karena itu, saat pemain mendapatkan bola ia memiliki beberapa pilihan. Ia dapat terus melakukan dribble, bergerak ke arah rekan setim, menjauh dari pertahanan lawan, atau langsung ke ring. Saat ia dekat dengan ring maka ia memiliki pilihan lain yaitu menembak dari dalam setengah lingkaran atau 2-pointer. Atau 3-pointer, tembakan yang dilakukan dari luar setengah lingkaran.

Yang harus diingat adalah peran saat melakukan dribble. Karena si pemain sedang membawa bola, maka ia menjadi pemain yang paling penting saat itu juga. Jangan sampai saat bola masih di area Anda lalu dengan tiba-tiba melakukan tembakan yang sangat amat jauh ke ring. Ini tidak lazim dan sangat tidak menggunakan permainan tim.

Melakukan dribble dalam permainan tim sangat penting. Selain ini juga bisa mengulur waktu, dribble memberikan Anda waktu untuk berpikir. Menenangkan pikiran sehingga tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Misalnya, saat lawan masih jauh dan Anda mendapat peluang besar untuk maju terus menuju ring namun ternyata Anda berhenti. Ini sangat membuang peluang karena kesempatan dribble Anda habis.

Point Guard dan Teknik Bola Basket Dribble

Dal hal melakukan dribble, maka ini identik dengan posisi point guard. Point guard adalah pimpinan dari tim. Mereka yang mengkoordinasi rekan – rekanya. Umumnya mereka adalah pemilik dribble terbaik dalam timnya. Mengapa demikian? Karena mereka adalah pimpinan dalam tim. Maka mereka harus dapat memainkan bola sedemikian rupa sehingga secara tim, skor dapat diraih.

Aturan Dribble dalam Teknik Bola Basket

Berikut ini kami sampaikan beberapa aturan dan tips dribble yang baik.

  • Pemain dapat melakukan dribble dimanapun di atas lapangan bola basket sejauh mereka berada di dalam garis permainan lapangan.
  • Pemain hanya boleh menggunakan satu tangan untuk melakukan dribble (apabila dua tangan menyentuh bola, maka ia tidak boleh lagi melakukan dribble. Di situasi tersebut maka pemain hanya boleh mengoper atau menembak bola)
  • Pemain boleh lompat hingga dua langkah setelah melakukan dribble
  • Pemain boleh memantulkan bola ke lantai sekuat apapun
  • Pemain tidak boleh membawa bola dan bergerak-gerak di area lapangan bersamaan
  • Pemain tidak boleh berhenti melakukan dribble lalu tiba-tiba mulai melakukan dribble lagi
  • Pemain tidak boleh melakukan dribble saat dalam posisi pivot
  • Saat dribble bola, sebaiknya kepala selalu melihat kedepan. Bukan ke bawah apalagi ke atas. Dengan melihat ke depan, Anda dapat mengamati lapangan. Mencari celah area yang terbuka agar Anda dapat mengumpan bola atau dribble maju melewati pemain atau bahkan menembak bola.
  • Tidak perlu pusing dengan cara dribble yang rumit. Pastikan saja Anda menguasai betul cara dribble yang paling dasar seperti crossover dan in-and-out dribble.

Pivot

Pivot dalam teknik bola basket adalah tindakan yang diambil oleh pemain dengan memutar tubuh dengan salah satu kaki (kanan/kiri) menjadi tumpuan untuk berputar. Kaki yang menjadi tumpuan untuk memutar-mutar ini tidak boleh lepas dari lantai lapangan. Harus tetap berada di lantai. Pivoting membantu pemain untuk menghindari pemain defen lawan. Dengan cara ini, Anda mendapat peluang untuk menembak, mengoper atau melakukan dribble ke ring.

Shooting

Tembakan yang dilakukan dalam bola basket maka bola yang dilempar ke delan ring. Ada dua jenis tembakan yaitu 2-pointer atau 3-pointer. 2-pointer berarti tembakan yang dilakukan dari dalam setengah lingkaran. 3-pointer berarti tembakan yang dilakukan dari luar setengah lingkaran.

Shooting Guards (SG) dan Teknik Bola Basket Shooting

Dalam hal menembak yang paling baik umumnya dipegang oleh posisi shooting guards. Namun khusus untuk posisi ini, mereka cenderung akan menembak dari garis 3-point.

Namun tidak hanya posisi shooting guards yang harus mahir dalam mencetak skor small forwards (SF) juga demikian. Namun, posisi small forwards ini lebih fleksibel. Dimana, ia cenderung menghabiskan waktu di dalam setengah lingkaran atau mencetak 2-pointer ketika dalam posisi menyerang.

Defense

Jika tim Anda sedang tidak menguasai bola, maka itu artinya tim Anda sedang dalam posisi bertahan. Mengetahui bola sedang tidak dikuasai oleh tim, maka sebaiknya langsung mundur ke area lapangan Anda. Saat seperti ini, maka lakukan pertahanan sebaik mungkin agar lawan tidak mencetak skor.

Tujuan utama dari bertahan adalah mencegah lawan mencetak skor dan sekaligus mendapatkan bolanya kembali. Tim yang sedang dalam posisi bertahan maka harus memaksa lawan kesulitan melakukan serangan. Ini bisa dilakukan dengan menghalang-halangi lawan saat akan melakukan tembakan. Selain itu juga bisa melakukan “steal” bola. Ini berarti mencuri kesempatan langka saat lawan lengah sehingga bola dapat Anda ambil dari dribble nya dengan cepat dan menguasainnya kembali.

Macam-Macam Bertahan dalam Bola Basket

Ada banyak sekali jenis teknik bertahan dalam bola basket. Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahannya dan bisa saja masing-masing pelatih memiliki pilihannya sendiri. Namun bagaimanapun juga, semua jenis pertahanan dapat digunakan saat permainan berlangsung. Berikut ini macam-macam teknik bertahan dan penjelasannya.

Zone Defense

pemain basket, teknik bola basket, teknik dasar bola basket, peraturan bola basket, NBA, NBL, IBL, asian games, bola basket, basket, posisi bola basket, lapangan basket,
Teknik Bola Basket – Zone Defense

Dalam teknik bertahan ini, masing-masing pemain akan ditugaskan untuk menjaga satu area dan bukan pemain. Umumnya dan tentu saja, area yang dijaga ini merupakan wilayah yang kemungkinan besar akan dimanfaatkan lawan untuk melakukan tembakan. Tidak hanya itu saja, area yang dijaga merupakan wilayah yang kemungkinan besar akan digunakan untuk melakukan penetrasi masuk lebih dalam ke area ring.

Namun, saat bertahan menggunakan teknik ini, para pemain tidak melulu diam saja. Mereka tetap harus bergerak mengikuti arah bola. Misalnya, dalam posisi 2-3 zone dimana 2 pemain berada di bagian depan dan 3 lainnya di belakang lebih dekat dengan ring dan dengan posisi yang sejajar.

Saat bola ada di sebelah kiri maka pemain bertahan akan bergeser ke kiri juga. Meskipun ada pemain yang melakukan penetrasi masuk ke dalam, pemain bertahan yang paling dekat dengannya tidak akan mengejar. Ia tetap akan menjaga areanya dan cukup memberitahu rekan setim bahwa ada pemain yang melakukan penetrasi.

Komunikasi ini penting dilakukan dalam zone defense. Karena  masing-masing pemain hanya fokus menjaga areanya. Namun dengan model 2-3 ini maka para pemain dengan sangat mudah mengamati pergerakan lawan yang sedang menyerang atau melakukan penetrasi masuk ke dalam area kita. Selain itu pula dengan posisi zone defense, tim Anda dapat menghentikan penetrasi dribble.

Man Defense (Man to Man)

pemain basket, teknik bola basket, teknik dasar bola basket, peraturan bola basket, NBA, NBL, IBL, asian games, bola basket, basket, posisi bola basket, lapangan basket,
Teknik Bola Basket – Man to Man

Pertahanan ini mencakup setiap pemain yang sedang dalam posisi bertahan untuk menandai satu pemain yang sedang dalam posisi menyerang. Dengan menerapkan teknik pertahanan ini, maka pastikan setiap pemain dalam tim anda selalu mengikuti, menjaga dan mengunci pergeraka lawan. Ini dilakukan tentu saja bertujuan agar lawan tidak mendapat mendapat kesempatan untuk mengembangkan permainan.

Umumnya, sebuah tim dengan pemain bertahan yang bagus maka akan menggunakan teknik bertahan satu ini. Selain ini mudah untuk dimengerti, teknik satu ini sangat efektif membendung pergerakan sehingga permainan lawan tidak dapat dikembangkan.

Press Defense

pemain basket, teknik bola basket, teknik dasar bola basket, peraturan bola basket, NBA, NBL, IBL, asian games, bola basket, basket, posisi bola basket, lapangan basket,
Teknik Bola Basket – Press Defense

Teknik bertahan ini bertujuan untuk mendapatkan bola kembali dengan cepat tentu saja; namun dengan cara setengah lapangan atau lapangan penuh (full-court). Pelaksanaanya, teknik ini dilakukan dengan memaksa lawan untuk melakukan kesalahan atau turnovers. Cara paling mudah untuk mengeksekusinnya adalah dengan memberikan tekanan yang lebih kepada pemain lawan yang sedang membawa bola.

Ini biasanya Anda melihatnya di liga NBA saat detik-detik terakhir permainan. Satu pemain yang membawa bola akan diserbu oleh beberapa pemain lawan sehingga yang membawa bola tersebut tidak bisa bergerak. Dengan begitu, si pemain pasti akan membuat kesalahan-kesalahan yang akan mengakibatkan bola akan diberikan kepada lawan.

Teknik bertahan ini dapat digunakan oleh para pelatih yang menggunakan teknik bertahan man to man atau zone defence. Press defense sangat menguras fisik, bahkan lebih keras daripada man to man. Para pemain harus benar-benar menekan pergerakan lawan bahkan jika harus masuk ke daerah lawan. Tujuannya tidak lain untuk mendapatkan bola kembali.

Keuntungan Press Defense

Ada beberapa keuntungan memainkan press defense dan mengapa ini merupakan teknik bertahan yang efektif dalam permainan bola basket. Berikut ini alasan-alasan mengapa press defense harus Anda pertimbangkan:

  • Press defense bisa membingungkan serangan lawan jika mereka tidak siap. Ingat, press defense memang teknik bertahan namun tujuan utama tetaplah mengambil bola kembali sehingga seolah kita seperti menyerang lawan.
  • Press defense mengakibatkan terjadi banyak kesalahan atau turnover.
  • Press defense sangat baik melawan tim yang lebih lemah.
Kelemahan Press Defense

Sebagai sebuah teknik yang sangat menguras tenaga, maka tentu saja pasti ada kelemahannya. Selain itu, press defense juga menuntut para pemain untuk fokus agar lawa tidak mencuri peluang untuk mencetak skor. Berikut ini beberapa alasan mengapa press defense sebaiknya jangan digunakan:

  • Press defense membuat area-area lapangan terbuka lebar untuk serangan cepat lawan apabila pembawa bola berhasil lolos dari tekanan
  • Press defense membutuhkan banyak tenaga dan ini tentu saja membuat pemain kelelahan lebih cepat. Ini membuat para pemain hilang fokus atau tidak bisa mengikuti atau bahkan mengungguli permainan lawan.

Trapping (Trap/ Jebakan)

pemain basket, teknik bola basket, teknik dasar bola basket, peraturan bola basket, NBA, NBL, IBL, asian games, bola basket, basket, posisi bola basket, lapangan basket,
Teknik Bola Basket – Trap

Sebuah trap dalam permainan bola basket adalah teknik bertahan yang digunakan untuk memaksa terjadinnya sebuah pelanggaran. Ini dengan cara melingkupi pemain lawan yang sedang membawa bola dengan bebera rekan setim Anda. Tidak sembarang tempat yang bisa digunakan untuk melakukan trap; trap ini biasa dilakukan lokasi-lokasi strategis sehingga menyulitkan pemain lawan untuk bergerak.

Ini seperti press defense namun trap tidak dilakukan oleh pemain dengan tuntusan sebesar press defense. Trap dapat dilakukan kapanpun selama permainan berlangsung.

Biasannya, trap dilakukan dekat garis-garis perbatasan (boundary lines) seperti baseline atau coffic corners, sidelines area lapangan belakang, atau sidelines area lapangan depan. Lokasi – lokasi ini dipilih sedemikian rupa agar lawan yang membawa bola tidak memiliki ruang untuk bergerak. Kalaupun bisa bergerak maka ia harus keluar garis.

Back Court Trap

Trap yang dilakukan di area belakang lapangan lebih efisien jika dieksekusi di baseline corner, atau bisa juga disebut coffic trap, dan dekat midcourt line, dekat dengan sidelines. Umumnya, mengeksekusi trap di bagian pojok lapangan lebih efektif karena tim Anda menjebak lawan yang membawa bola antara garis samping (sidelines) dan baselines (garis utama). Ini membuat lawan yang membawa bola tersebut sangat mungkin untuk bergerak melewati garis sehingga bola keluar lapangan dan terjadilah turnover.

Jebakan dengan cara demikian dieksekusi segera setelah bola diumpan masuk ke dalam lapangan oleh lawan yang akan menyerang. Terjebak di area belakang lapangan pun merupakan hal fatal untuk tim yang sedang menyerang, namun disisi lain merupakan teknik yang sangat ampuh bagi tim yang sedang bertahan.

Jebakan ini memiliki peluang besar untuk sukses pula karena adanya batasan waktu 8 detik untuk memainkan bola di area back court. Dengan terjebak di area sendiri selama 8 detik inipun sudah merupakan pelanggaran ringan. Maka bola harus diberikan tim lawannya.

Tata Cara Melakukan Trap (Jebakan) dalam Teknik Bola Basket

Berikut ini kami berikut step-by-step cara melakukan trap yang benar:

  1. Tentukan area untuk mengeksekusi trap. Trap memiliki peluang lebih besar untuk berhasil jika dilakukan di sideline atau baseline.
  2. Pastikan Anda sudah mendiskusikannya dengan rekan setim kapan mengeksekusi trap. Entah saat lawan melakukan inbound pass atau kapan saja saat lawan membawa bola. Momentum adalah kunci utama atas suksesnya trap.
  3. Satu atau dua pemain mengeksekusi trap.
  4. Kepung lawan yang membawa bola di lokasi yang sudah disepakati dengan menghalang-halangi pergerakan lawan tersebut. Jangan mundur dan ayunkan terus kedua tangan Anda sehingga lawan tidak bisa mengoper bola ke rekannya.

Tata Cara Lepas dari Trap

Bukan berarti trap tidak bisa dilawan ya. Pemain tetap bisa lepas dari jebakan ini. Berikut ini cara-carannya:

  • Lakukan timeout
  • Membungkuk dan jangan membalik badan untuk melindungi bola
  • Oper bola dengan cara melewati trap
  • Oper bola dengan gerakan menipu seolah akan melakukan operan lewat atas namun ternyata Anda mengoper dari bawah (rendah)
  • Cobalah melewati trap
  • Putar badan dan lakukan pivot antara lawan-lawan yang menjebak Anda

Rebound

Bola rebound berarti saat tembakan yang tidak masuk ke dalam ring dan memantul dari rim atau papan belakang. Saat pemain, entah dalam posisi ofensif atau defensive, mendapat bolanya maka ia harus segera membuat keputusan.

Offensive Rebounds

Jika pemain tersebut dalam posisi ofensif, maka ia dapat menembak bola atau mengoper ke rekan setimnya. Bukan berarti ketika Anda tidak menembaknya langsung adalah keputusan salah, namun Anda harus melihat situasi. Ambil peluang yang paling besar sehingga skor akan aman untuk tim Anda. Jangan terburu-buru mengambil keputusan sehingga tim pun kehilangan kesempatan menambah skor.

Defensive Rebounds

Jika ternyata pemain tersebut dalam posisi defensive, maka ia akan melakukan dribble atau passing bola. Ambil salah satu yang paling memungkinkan agar tim Anda tetap dalam posisi membawa bola, sehingga serangan balik pun dapat dieksekusi dengan baik.

Tips Rebound

  • Setelah Anda mendapatkan bola rebound, pastikan bola aman dari lawan. Ini bisa Anda lakukan dengan “memeluk” bola menempelkannya ke perut atau dada. Ini agar lawan tidak mendapat ruang untuk mengambil bola tersebut. Namun jika Anda kurang kuat memegang bolannya, maka bola bisa lolos.
  • Cara sebelumnya juga sangat dianjurkan jika dribble Anda kurang baik. Maka yang harus dilakukan adalah cukup mengamankannya saja. Untuk pemain yang sudah mahir dalam dribble, biasanya ia akan dribble bola maju ke depan untuk melakukan fast break.
  • Jika situasi aman dan ada ruang gerak meskipun sedikit, maka Anda bisa umpan bola maju ke depan ke arah rekan setim. Umumnya untuk mengumpan jarak jauh maka pemain akan menggunakan overhead pass. Bisa menggunakan dua tangan atau cukup satu tangan.

Boxing Out

Saat perebutan bola ketika bola ternyata tidak masuk ring dan memantul dari rim atau papan belakang maka Anda dapat menerapkan teknik boxing out. Boxing out adalah teknik yang digunakan oleh kedua tim untuk meningkatkan peluang agar Anda mendapat bola rebound. Teknik ini dilakukan dengan cara berdiri dekat dengan ring dan menghalangi lawan yang akan mengambil bola pantulan tersebut.

Passing

pemain basket, teknik bola basket, teknik dasar bola basket, peraturan bola basket, NBA, NBL, IBL, asian games, bola basket, basket, posisi bola basket, lapangan basket,
Teknik Bola Basket – Passing

Operan yang dilakukan dalam bola basket menggunakan satu tangan atau kedua tangan bersamaan. Seperti halnya sepakbola saat mereka mengoper bola ke depan atau belakang lapangan, ini sama dengan bola basket. Para pemain mengoper bola untuk mengembangkan permainan dan mencari peluang disela-sela waktu. Ini karena setiap detik, setiap pemain akan bergerak kesana-kemari dan saat itulah pasti akan ada peluang untuk mengumpan bola dan akhirnya mencetak skor.

Passing membantu tim yang sedang dalam posisi menyerang untuk mengendalikan permainan dan menemukan kelemahan lawan. Dengan melakukan passing antar pemain, sembari kita mengamati pergerakan lawan. Apa yang kita amati? Pola permainan lawan terutama pola permainan yang diterapkan dalam bertahan.

Dengan cara ini  juga kita dapat menemukan pemain mana yang harus kita waspadai. Terutama dalam hal bertahan lawan. Jadi, jangan tergesa – gesa dalam melakukan serangan. Tetap lakukan passing  hingga peluang benar – benar terbuka. Dan jangan lupa untuk mengobservasi permainan lawan.

Point Guard dan Teknik Bola Basket Passing

Selain dribble, point guard juga harus mahir dalam melakukan passing. Mungkin lebih tepatnya kreatif. Seorang point guard umumnya adalah pemain yang lincah. Entah dalam fleksibilitas badan, tangan atau kaki.

Macam – Macam Passing

Jenis-jenis dasar dari passing adalah bounce pass, chest pass, overhead pass, push pass, dan baseball-throw pass. Jenis-jenis ini masih dapat dipersempit lagi menjadi dua yaitu bounce pass dan chest pass. Berikut ini penjelasannya:

Bounce Pass

Bounce pass sesuai namannya “bounce” maka umpan yang dilakukan akan ada unsur “pantulan”. Ini juga merupakan umpan yang mengecoh lawan. Ini disebabkan bola yang dilempar ke lantai (misal) akan memantul sesuai yang diinginkan oleh pengumpan bola. Namun, tentu saja jika cara yang digunakan si pengumpan keliru maka bola malah akan ditangkap oleh lawan.

Kapan Menggunakan Bounce Pass sebagai Teknik Bola Basket?

Teknik umpan ini akan sangat menonjol ketika serangan sedang berlangsung. Saat para pemain sedang dalam area setengah lingkaran, maka sulit untuk kita melakukan umpan terutama chest pass. Maka disinilah gunannya bounce pass.

Misalnya saat Anda sedang dalam posisi menyerang dan berada dalam area setengah lingkaran namun mendapat penjagaan yang ketat dari lawan. Dalam posisi seperti ini, tentu saja sulit bagi Anda untuk menerima umpan bola terutama jika umpan dilakukan dengan teknik chest pass atau mengambang lewat atas. Umpan dengan cara ini dapat dengan mudah dipatahkan oleh lawan yang sedang menjaga Anda.

Maka gunakan teknik bounce pass. Teknik ini memiliki keunggulan di pantulan itu sendiri. Dengan memantulkan bola ke lantai, maka bola dapat melewati tangan lawan sehingga bola akan sampai di rekan Anda.

Dalam situasi menyerang pula, bounce pass sangat efektif jika digunakan dengan tepat dan momentum yang tepat pula. Misalnya, rekan Anda berlari menuju ring berharap dapat melakukan lay-up atau dunk namun Anda yang membawa bola tidak bisa mengumpan bola karena sedang dijaga ketat oleh lawan. Umumnya, kita tidak bisa mengumpan bola jika dilakukan dengan cara chest pass karena kita berhadapan langsung dengan lawan. Maka harus menggunakan sedikit trik ya. Nah bounce pass adalah salah satu opsi yang dapat digunakan.

Bola yang memantul ke lantai memiliki peluang lebih besar dapat melewati lawan. Pantulan ini pula sangat diperkirakan oleh lawan karena sebagai pemain basket maka ia harus menatap pemain lawan yang ada di depan bukan belakang samping apalagi bawah.

Nah, tergantung pada kecepatan bounce pass tersebut maka pemain lawan tidak bisa membaca arah bola. Jika bounce pass yang Anda lakukan memilki kecepatan yang lemah, maka lawan dipastikan dengan mudah mencuri bola tersebut sehingga menggagalkan serangan Anda. Perlu diingat, bounce pass melaju lebih lambat daripada umpan lewat udara. Sehingga saat melakukan bounce pass lebih baik memberikan tekanan sedikit lebih banyak akan memberi hasil yang baik pula.

Chest Pass

Chest pass merupakan salah satu teknik operan yang paling dasar dalam bola basket. Namun, seringkali kita sendiri tidak mengetahui istilah ini karena saking mudahnya mengeksekusi teknik ini. Ketika pemain menggunakan chest pass, maka ia akan mengumpan bola mulai dari dada, lalu melemparnya lurus atau sejajar dengan tangan.

Teknik passing ini mudah dilakukan. Ini juga memberikan tenaga dan tekanan lebih besar karena Anda menggunakan dua tangan untuk melakukannya. Selain itu, tenaga yang besar didapat ketika pemain melangkahkan satu kaki ke depan dan satu kaki lainnya mendorong tubuh maju.

Inbound Pass

Inbound pass dalam bola basket adalah ketika bola dilempar masuk dari luar lapangan ke rekan setimnya. Cara lain untuk inbound pass adalah dengan jump ball atau rebound. Inbound pass hanya dilakukan ketika bola keluar lapangan (out of bounds) atau salah satu tim mencetak skor.

Seperti dalam sepakbola, namannya throw in. Dan jika salah satu tim mencetak skor maka bola seperti di restart dan dimulai dari tengah lapangan. Selain itu, ketika bola keluar lapangan (goal kick) maka penjaga gawang akan memulai permainan dengan menendang bola dari area penjaga gawang.

Aturan Inbound Pass

Pemain yang akan melakukan inbound pass (melempar bola masuk ke dalam lapangan) diberi batas waktu 5 detik. Berbeda dengan sepakbola, saat melakukan inbound pass dalam bola basket, pemain diperbolehkan bergerak menyamping sejajar dengan garis jika mengumpan dari garis baseline. Jika pemain mengumpan dari sideline maka ia diberi batas radius 3 kaki untuk bergerak sebelum mengumpan bola.

Bagi lawan yang sedang dalam posisi bertahan diperbolehkan untuk “mengganggu” usaha inbound pass ini. Ia diperbolehkan bergerak menyamping atau melompat-lompat sambil mengayunkan kedua tangan seolah sedang membuat tembok tidak terlihat. Ini dilakukan agar pemain yang akan mengumpan bola bingung atau bahkan bola akan di-block oleh lawannya.

Pastikan Anda hanya mengganggu saja, bukan mengambil bolannya. Jika Anda mengambil bola yang akan diumpan dari inbound pass maka terjadi technical foul.

Overhead Pass

Ini juga merupakan salah satu cara mengumpan bola yang cukup umum dilakukan oleh pemain basket professional maupun yang masih awam. Teknik ini dilakukan dengan melempar bola dari atas kepala. Umumnya ini teknik dengan kekuatan lebih besar dari cara umpan lainnya maka ia akan memiliki jangkauan lebih jauh.

Namun bukan hanya jangkauan yang menjadi pemicu untuk mengumpan dengan teknik ini. Jika kita perhatikan dalam permainan NBA, tidak jarang kita melihat pemain masuk dalam trap (jebakan) sehingga salah satu pilihannya adalah melakukan overhead pass. Selain lawan yang kesulitan untuk mengambil bola saat Anda memegang bola di atas kepala, Anda pun juga tidak bisa melakukan umpan lainnya bahkan bounce pass. Saat terkepung oleh beberapa pemain, maka overhead pass memberikan tenaga yang lebih besar daripada menggunakan passing lainnya.

Saat melakukan inbound pass pun, overhead pass juga sangat bermanfaat. Rekan setim Anda tidak perlu khawatir untuk maju ke ujung dan mendekat ke area ring. Anda tetap bisa mengumpan meskipun jarak Anda dengan rekan sangat jauh. Ini karena mengumpan dengan dua tangan memberi tenaga tambahan kepada tangan Anda.

Screen

Screen atau bisa juga disebut sekat. Ini adalah teknik yang digunakan jika tim Anda sedang dalam posisi menyerang. Khususnya teknik ini digunakan untuk melindungi rekan tim yang sedang membawa bola.

Macam – Macam Screen

Ball Screen

Ini adalah jenis screen yang paling umum digunakan. Screen ini seperti menyapu lantai. Membersihkan lantai agar bisa dilewati. Begitu juga dengan ball screen. Rekan setim menghadang lawan yang sedang mengejar Anda karena membawa bola.

Off Ball Screen

Teknik ini tidak memerlukan rekan yang sedang membawa bola untuk Anda bantu agar bisa mengembangkan permainan. Justru ini adalah screen yang digunakan untuk rekan yang akan mengembangkan permainan meskipun tanpa bola. Katakanlah rekan Anda ingin membantu rekan lain yang sedang kesulitan untuk mengumpan bola namun posisi Anda sendiri tidak banyak ruang gerak. Maka disinilah rekan lain Anda membantu pergerakan Anda.

Seperti screen sebelumnya, Anda menghadang lawan lalu rekan Anda bergerak menjauh atau maju melewati lawan yang telah dihadang tersebut.

Pick and Roll

Jika Anda adalah pemain yang melakukan screen, maka ini bisa menjadi pilihan untuk gerakan yang selanjutnya bisa Anda lakukan. Segera setelah rekan Anda lolos dari hadangan lawan, Anda langsung melakukan pivot dan lari maju atau area kosong. Rekan yang membawa bola tadi akan melihat pergerakan Anda dan mengumpan bola. Selanjutnya Anda bisa melakukan layup atau menembak atau mengumpan lagi bolannya.

Pick and Fade

Pilihan lainnya adalah Pick and fade. Jika pick and roll merupakan pilihan yang lebih luas. Maka teknik satu ini membuat Anda untuk menghilang dari peradaban dan mundur ke garis 3-point. Seringkali lawan yang sedang bertahan akan lupa dengan adannya situasi screen tadi sehingga membuat Anda memiliki sedikit waktu untuk mundur dan melakukan tembakan.

Tips Screen

Yang harus diperhatikan saat melakukan screen adalah pelanggaran. Dalam hal melakukan teknik ini, cukup mudah untuk melakukan pelanggaran.

  • Pelanggaran Moving Screen

Ketika Anda melakukan screen, tentu saja Anda seolah menjadi tembok yang kokoh dan tidak mudah bergerak. Ini sesuai dengan fungsinnya, Anda tidak diperbolehkan untuk bergerak sedikitpun saat melakukan screen. Apabila Anda bergerak mengikuti arah lawan sedangkan masih dalam posisi screen maka ini disebut pelanggaran.

  • Pemain yang mendapatkan bantuan screen jangan sampai terlalu cepat menggunakannya. Tunggu sampai rekan setim betul – betul dalam posisi screen. Tegap dan kokoh. Lalu Anda bisa maju atau menjauh dari hadangan dan mencari celah mencetak skor atau mengembangkan permainan.
  • Jangan sampai salah mengambil posisi atau angle. Pemain yang melakukan screen umumnya akan membelakangi rekan yang membawa bola. Sehingga screener akan berhadap – hadapan dengan lawan. Nah jika screen sudah siap, Anda yang membawa bola maka akan lewat belakang rekan yang melakukan screen.

Bagi pemain pemula, mereka akan bingung harus lewat mana dan tidak sering mereka malah lewat depan lawan. Tentu saja ini akan membuat lawan mudah untuk mengejar Anda lagi.

Keuntungan Screen

  • Teknik bola basket satu ini sangat efektif digunakan apalagi jika rekan Anda yang sedang membawa bola mengalami kesulitan untuk membangun serangan.
  • Membuat lawan yang sedang dalam posisi bertahan kebingungan
  • Memberikan ruang bagi rekan Anda yang sedang malakukan dribble sekaligus melindungi bola agar tidak dicuri lawan
  • Memperlambat tempo bertahan lawan dalam menghadang rekan setim yang sedang membawa bola

Kesimpulan Teknik Bola Basket

Bola basket memang salah satu permainan paling kompleks. Teknik bola basket pun sangat variatif. Namun, dengan banyaknya teknik ini bukan berarti malah menjadi masalah. Justru ini adalah pilihan – pilihan yang dapat kita pelajari dan tekuni. Sehingga kita bisa fokus dalam satu atau dua teknik dan menguasainnya dengan baik.

Leave a Comment