bola basket, peraturan bermain bola basket, peraturan bola basket, bermain bola basket, basketaball, bola basket, peraturan basket, pelanggaran dalam bola basket, pelanggaran dalam basket, NBA, NBL, IBL, pemain basket terkenal, jumlah pemain bola basket

Peraturan Bermain Bola Basket

Peraturan bermain bola basket – Bola basket hari ini adalah sebuah permainan dengan gerakan atau gaya bermain yang sangat amat berbeda dengan yang ada dahulu. Para pemain saat ini pun juga memiliki kemampuan yang jauh berbeda pada setiap posisi yang ada. Namun siapa sangka, peraturan bermain bola basket sudah ada sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1891. Oleh Dr. James Naismith, dibuatlah peraturan dasar yang berjumlah 13 (Original 13 Rules of Basketball).

Saat permainan ini pertama kali ditemukan di Springfield, Massachusetts, tujuan utama adalah hanya untuk melatih para atlit muda. Latihan ini khusus dibuat pada saat musim dingin karena mereka tidak bisa berolahraga di luar. Awalnya, bola basket dimainkan dengan bola yang mirip dengan bola dalam sepakbola. Dengan ring saat itu merupakan keranjang buah yang ditancapkan pada tembok gym.

Atas tujuan yang simpel tersebut, maka peraturan bermain bola basket pun tidak muluk – muluk dan tidak banyak. Bahkan cenderung terlalu sedikit ya jika dibandingkan dengan peraturan bermain bola basket jaman sekarang. Dari segi jumlah pemain bola basket saja sudah sangat beda. Belum yang detail lagi. Kita coba kupas satu per satu peraturan bola basket di sini. Check it out.

13 Peraturan Bermain Bola Basket Asli (Original 13 Rules of Basketball)

Peraturan Satu

Bola basket dimainkan dengan mengumpan bola ke arah manapun menggunakan satu atau dua tangan. Dengan begitu, maka bola akan semakin dekat dengan keranjang untuk mencetak skor. Ini dilakukan tanpa ada dribble. Dribble saat itu tidak termasuk dalam aturan awal Dr. James Naismith. Jika kita samakan dengan aturan saat ini, maka ini disebut dengan umpang (passing)

Peraturan Dua

Dalam hal tim Anda sedang bertahan, maka cara bertahan adalah menangkap bola tanpa pindah tempat atau memukul bola sehingga bola tidak sampai pada rekan lawan. Bagi tim yang sedang dalam posisi menyerang, inipun juga bisa dilakukan. Apabila bola ternyata jatuh di area kosong maka kedua tim boleh bergegas mengambil bola atau menampiknya untuk diumpan ke rekan setim.

Satu yang tidak diperbolehkan adalah meninjunnya. Sehingga bola harus benar-benar dilempar bukan ditinju.

Peraturan Tiga

Berlari dengan bola atau istilah hari ini disebut dengan traveling tidak diperbolehkan. Setelah pemain mendapatkan bola, maka mereka tidak diperbolehkan untuk berpindah tempat sampai ia mengumpannya. Namun ada pengecualian; jika para wasit memutuskan bahwa si pemain yang menangkap bola berlari cukup cepat maka diperbolehkan hanya beberapa langkah. Peraturan ini seperti olahraga handball.

Peraturan Empat

Bola hanya boleh dikuasai oleh satu tangan. Menggunakan lengan atau tubuh untuk menahan lawan yang ingin mencuri bola tidak diperbolehkan. Peraturan ini tetap diadopsi bola basket modern hingga hari ini.

Peraturan Lima

Pelanggaran-pelanggaran yang dilarang saat itu adalah menyikut, menahan pergerakan lawan dengan cara memeluk, mendorong, menyandung, dan memukul. Jika ada pemain yang melanggar peraturan ini maka ia akan diberikan peringatan pertama. Jika pelanggaran yang sama dilakukan oleh pemain yang sama pula maka ia dikeluarkan dari lapangan. Pemain tersebut diperbolehkan masuk untuk bermain lagi setelah salah satu tim mencetak skor.

Nah, namun jika para wasit memutuskan bahwa pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja untuk melukai lawan maka ia kena kartu merah atau dikeluarkan dari permainan hingga akhir. Saat itu, ini sangat fatal. Karena jika ada pemain yang dikeluarkan atau terkena kartu merah maka tidak diperbolehkan melakukan pergantian pemain. Otomatis jumlah pemain akan berkurang.

Peraturan Enam

Pelanggaran adalah ketika pemain memukul bola menggunakan kepalan tangan. Ini adalah pelanggaran terhadap peraturan tiga, empat dan lima.

Peraturan Tujuh

Apabila salah satu tim melakukan pelanggaran 3 (tiga) kali berturut – turut dan ternyata tim lawan tidak melakukan pelanggaran sama sekali maka tim lawan mendapat 1 (satu) poin. Ini seperti aturan dalam bola basket hari ini yang memberikan bonus dan double bonus pada tim yang tidak melakukan pelanggaran.

Apa itu Bonus dan Double Bonus?

Seperti halnya dalam sepakbola, tembakan penalti, maka dalam bola basket pun juga demikian. Namun dalam bola basket, pelanggaran yang mengakibatkan penalty sedikit berbeda. Ketika salah satu tim melakukan pelanggaran tim (team foul) dan sudah mencapai batas pelanggaran tim maka akan ada tembakan penalty untuk tim lawanya.

Tergantung pada ketentuan masing-masing organisasi liga bola basket, sekolah, atau kampus maka jumlah tembakan penalty, berapa batas pelanggaran, menit berapa batas pelanggaran ini bervariasi.

Macam – Macam Pelanggaran Bola Basket

Seperti olahraga apapun dan dimanapun, pelanggaran dalam bola basket adalah aksi seorang pemain yang menyalahi peraturan yang sudah ditetapkan. Aksi pemain tersebut termasuk fisik, seperti memegang (memeluk) dan mendorong, ini disebut personal foul; atau technical, seperti berteriak pada wasit atau lawan yang disebut dengan technical foul. Semua jenis pelanggaran ini berujung pada penalty.

Dalam NBA sendiri, apabila seorang pemain telah melakukan enam kali pelanggaran dalam satu permainan maka ia didiskualifikasi dari game tersebut. Begitu juga dengan FIBA dan liga bola basket antar kampus, namun batas pelanggarannya adalah lima.

Personal Foul

Dalam bola basket, ada istilah personal foul. Ini adalah aksi yang menyalahi peraturan yang dilakukan secara fisik. Illegal contact atau kontak fisik diluar aturan seperti memeluk (membuat pemain tidak dapat bergerak mengejar atau menjauh dari bola), mendorong, memukul dan menyandungkan secara sengaja maka merupakan definisi dari personal foul. Oleh karena itu, berdasarkan pengertian tersebut, personal foul dapat dilakukan saat dalam posisi menyerang ataupun bertahan. Meskipun begitu, personal foul mungkin akan lebih banyak terjadi saat sedang dalam posisi bertahan ya.

Defensive Foul

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, pelanggaran dapat dilakukan oleh tim manapun. Tidak terkecuali saat tim tersebut sedang dalam posisi menyerang ataupun sedang bertahan. Saat bertahan dan seorang pemain melakukan pelanggaran maka akan disebut dengan defensive foul.

Pemain yang sedang bertahan hanya diperbolehkan untuk bergerak menyamping dan ke belakang dalam usaha untuk menghadang lawan yang sedang menyerang. Nah jika ingin maju ke depan dengan usaha untuk mendorong lawan maka ini pelanggaran.

Pemain juga tidak boleh membuat kontak pertama saat sedang bertahan. Ini biasa terjadi saat seorang pemain ingin mencuri atau steal dan saat melakukan block saat lawan menembak ke arah ring. Defensive foul mengakibatkan hukuman penalty dan ini tergantung pada menit keberapa pelanggaran tersebut terjadi.

Shooting Foul

Saat pemain yang sedang bertahan melakukan pelanggaran saat lawan melakukan tembakan, maka pemain yang dilanggar mendapat kesempatan untuk menembakkan free throw yang disebut juga dengan shooting foul.

Apabila pemain yang dilanggar tersebut saat akan menembak berada tepat atau diluar garis 3-points maka ia akan menembakkan free throw tiga kali. Jika pemain yang dilanggar akan menembak dari area 2-points maka ia mendapat kesempatan untuk menembak free throw sebanyak dua kali.

Terlepas dari adanya shooting foul, pemain dari tim yang dilanggar bisa saja mendapat kesempatan untuk menembak free throw. Ini didapatkan jika tim yang melanggar telah melakukan pelanggaran sebanyak lima kali atau lebih dalam seperempat permainan dan ini disebut dengan penalty.

Offensive Foul

Sama seperti dengan defensive foul, maka offensive foul adalah pelanggaran yang dilakukan oleh pemain yang sedang dalam posisi menyerang. Bagaimana pemain yang sedang menyerang bisa melakukan pelanggaran? Mendorong atau menahan lawan (lawan tidak bisa bergerak bebas).

Pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan pemain yang sedang menyerang adalah ketika mereka berusaha untuk melewati lawan yang menghadang. Ini biasa dilakukan dengan mendorong atau illegal contacts lainnya. Pelanggaran yang paling sering dilakukan pemain saat menyerang adalah charging foul dan illegal screen.

Charging Foul

Mudahnya, charging foul adalah ketika pemain menyerang membawa bola dan bertabrakan dengan salah satu pemain yang sedang bertahan. Nah disini, tabrakannya bukan sembarang menabrak ya. Pemain yang sedang menyerang tersebut akan disebut melakukan pelanggaran apabila :

  1. Pemain yang ditabrak (yang sedang bertahan) berada dalam posisi sempurna untuk bertahan.
  2. Tidak menyamping atau bergerak saat tertabrak.
  3. Kedua kaki dalam posisi kuda-kuda sempurna.
  4. Badan tegap.
  5. Area yang ditabrak adalah bagian perut.

Nampak rumit memang. Kasihan wasit juga saat momen – momen ini terjadi karena mereka harus benar – benar jeli memperhatikan gerakan sedikitpun oleh pemain.

Bagi pemain yang sedang bertahan ini adalah momen berhargannya untuk “berakting” seolah – olah pemain yang menabraknya memang salah. Maka pemain bertahan tersebut akan menjatuhkan diri dengan kencang seolah memang benar – benar didorong.

Technical Foul

Technical foul berarti pelanggaran yang dilakukan diluar permainan. Maka pelanggaran ini sama sekali tidak melibatkan kontak illegal antar pemain. Pelanggaran teknis termasuk meminta time out namun ternyata jatah time out time tersebut sudah habis. Berteriak ke wasit atau pemain dan tentu saja berkelahi.

Hadiah yang didapatkan saat pelanggaran ini terjadi adalah free throw dan berhak untuk mengambil alih bola setelah melakukan free throw.

Illegal Screen

Dalam bola basket, kita mengenal istilah screen. Ini adalah suatu penghadang atau tembok (selanjutnya kita sebut dengan tembok, screen atau screener saja kali ya) yang dibuat oleh rekan setim dalam rangka saat menyerang agar dribbler bisa maju dengan bebas. Nah dalam usaha melakukan screen ini ia bisa saja melakukan pelanggaran.

Untuk melakukan screen memang sangat mudah sekali, secara teori. Secara praktis, mungkin agak bingung karena kita langsung berhadapan dengan lawan. salah satu hal yang harus dilakukan screener adalah diam. Nah, saat kita diam namun ternyata lawan tetap mengejar rekan kita, apakah kita dapat berdiam saja? Mungkin akhirnya kita akan terbiasa tapi untuk menuju terbiasa tersebut butuh kejelian.

Yap, seorang screener harus diam dan posisi badan yang tegap saat melakukan screen. Apalagi membuat kontak langsung dengan lawan di depan, maka ini merupakan pelanggaran. Misalnya kedua tangan dengan posisi yang tidak lazim seperti merentangkannya agar lawan terganggu. Atau posisi kedua kaki tidak sempurna dengan kuda – kuda nya.

Apabila terjadi illegal screen, maka pemain yang dilanggar berhak untuk mengambil alih bola dan menjadi offensive team. Illegal screen ini juga biasa disebut dengan moving pick.

Peraturan Delapan

Untuk mencetak skor, maka pemain punya dua pilihan. Ia bisa menembak langsung bola kea rah ring atau memantulkan bola ke lantai sehingga akan jatuh ke dalam ring. Apabila bola tetap berada di dalam keranjang maka tim yang memasukkan bola tersebut mendapat satu poin. Ya, bola memang harus tetap di dalam keranjang sebelum akhirnya menjadi point. Saat itu, keranjang sebagai ring basket memang dibuat sehingga bola tidak keluar dari ring.

Nah, karena bola stuck di dalam keranjang, maka wasit harus mengambilnya. Tidak mudah, harus menggunakan anak tangga untuk mengambilnya. Jangan dibayangkan saat itu para pemain sangat bernafsu untuk mencetak skor. Permainan bola basket awalnya tidak terlalu mengejar skor. Bahkan, tidak terjadi terlalu banyak tembakan. Hanya umpan ke rekan tim yang lebih mendominasi.

Peraturan Sembilan

Apabila bola keluar lapangan, maka orang pertama yang menyentuhnya berhak mengumpannya masuk ke rekan setim dan memulai permainan. Jika ternyata tidak jelas siapa yang lebih dulu menyentuh bola, maka wasitlah yang akan melempar bola masuk ke dalam lapangan.

Dalam hal mengumpan bola masuk ke lapangan untuk melanjutkan permainan, ada aturan yang sampai hari ini tetap dipakai. Yaitu batasan 5 detik untuk pemain yang akan melemparkan bola masuk. Dan apabila pemain yang akan mengumpan bola dari luar lapangan nampak mengulur waktu maka ia kena sanksi. Jika kita kaitkan dengan aturan hari ini, maka ini disebut dengan technical foul.

Peraturan Sepuluh

Umpire (asisten wasit) bertugas untuk mengawasi alur permainan. Tugasnya adalah memastikan jika ada pelanggaran maka ia akan memberitahu wasit pertama. Umpire memiliki wewenang untuk mengeluarkan pemain dari permainan jika pemain tersebut melanggar peraturan lima.

Peraturan Sebelas

Wasit bertanggung jawab untuk mengikuti arah bola. Jika bola keluar lapangan, maka tugasnya adalah untuk memutuskannya. Ia bertugas untuk memutuskan saat salah satu tim mencetak skor dan mencatat skor yang telah dibuat oleh masing – masing tim.

Peraturan Dua Belas

Masing – masing game (sesi permainan) berlangsung selama 30 menit. Half-time atau waktu istirahat saat 15 menit selama 5 menit. Saat ini sesuai peraturan bermain bola basket modern, permainan dapat dimainkan lebih dari 30 menit di beberapa kompetisi resmi.

Peraturan Tiga Belas

Tim yang mencetak skor paling banyak setelah permainan berlangsung selama 30 menit adalah pemenang dari game tersebut. Apabila terjadi draw (imbang), kapten dari masing – masing tim dapat memutuskan untuk melanjutkan permainan.

Dilanjutkannya permainan ini akan selesai sampai salah satu tim mencetak 1 point. Ini disebut juga dengan “sudden-death”.

Peraturan Bermain Bola Basket Modern

Garis sideline dan baseline adalah dua garis yang membatasi permainan bola basket. Seorang pemain maka akan dinyatakan keluar lapangan jika ia melewati garis boundary lines ini.

Out of Bounds

Berikut ini ringkasan dari peraturan bermain bola basket bagi pemain yang keluar lapangan.

  • Pemain akan dinyatakan keluar dari lapangan jika ia menginjak atau melewati boundary lines
  • Pemain akan dinyatakan keluar dari lapangan jika ia menyentuh suatu benda yang ada di luar lapangan.
  • Pemain boleh lompat untuk meraih bola yang sudah keluar dari lapangan namun tetap bisa dimainkan jika dilempar ke dalam lapangan. Ini berarti kaki pemain yang mengejar bola tersebut dan bola itu sendiri belum menyentuh bagian luar lapangan ataupun garis batas lapangan.
  • Bola akan dinyatakan keluar lapangan jika bola tersebut telah menyentuh apapun yang ada di luar lapangan.
  • Bola tersebut dinyatakan keluar lapangan jika bola melewati papan belakang (backboard)
  • Pemain terakhir yang menyentuh bola keluar lapangan maka pemain tersebutlah yang menyebabkan bola keluar lapangan.
  • Anda tetap menjadi pemain yang dinilai mengeluarkan bola jika bola memang menyentuh bagian tubuh. Ini meskipun pemain lawan mendorong bagian tubuh manapun yang menyebabkan Anda menyentuh bola tersebut.
  • Apabila seorang pemain sedang membawa bola dan keluar lapangan, maka ini disebut dengan turnover dan pemain lawan berhak mendapat bola untuk diumpan ke dalam lapangan.
  • Apabila seorang pemain keluar dari lapangan bola basket tanpa membawa bola, maka ia boleh masuk ke lapangan kapanpun. Namun, ia tidak boleh menyentuh bola sampai ia benar – benar sudah masuk ke dalam lapangan bola basket.

Peraturan Bermain Bola Basket Umumnya

Sementara para pemain memainkan bola, kedua tim boleh berebut bola. Namun, apabila ternyata bola keluar dari garis lapangan bola basket, maka tim yang terakhir menyentuh bola memberikan bola kepada tim lawan.

Peraturan Bola Basket: Throw-ins

Seperti halnya permainan sepakbola, maka bola basket pun juga memiliki apa yang disebut dengan “throw-in” atau lemparan bola masuk. Tentu saja, dalam bola basket ketika mengeksekusi throw-in dilakukan dengan melempar bola menggunakan tangan. Throw-in terjadi saat salah satu tim kehilangan bola (keluar dari lapangan). Maka wasit pun akan memberikan hak kepada tim lawan untuk melempar bola masuk ke rekan setimnya.

Pemain yang mengumpan bola harus dari luar garis boundary line. Kedua kaki harus tetap menempel ke lantai sampai bola benar – benar lepas dari tangannya. Dalam upaya mengumpan bola masuk ke dalam lapangan, tim lawan biasannya akan menghalang – halangi si pelempar bola. Ini tentu saja bermaksud agar ia dapat mencuri bola tersebut atau sekedar mengganggu konsentrasi pemain yang akan mengumpan bola.

Oleh karena itu, tidak heran jika pemain paling tinggi dalam satu tim itulah yang akan menghadang bola yang akan diumpan masuk.

Peraturan Bermain Bola Basket: Jump Balls

Wasit juga manusia ya, maka ketika seorang wasit tidak dapat memutuskan pemain manakah yang terakhir menyentuh bola sehingga keluar lapangan, maka akan dilanjutkan dengan jump ball.

Sama seperti ketika permainan bola basket dimulai tepat di tengah lapangan, dua pemain akan melompat meraih bola yang dilempar ke atas oleh wasit. Maka jump ball pun juga demikian. Tentu saja, untuk mendapatkan peluang lebih besar untuk mendapat bola tersebut, maka masing – masing tim akan menugaskan pemain yang paling tinggi untuk memperebutkan bola tersebut.

Steal

Steal atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka artinnya adalah mencuri. Dalam permainan bola basket, ini adalah turnover yang terjadi saat pemain yang sedang dalam posisi bertahan mendapatkan bola secara paksa atau tidak dari tim lawan yang sedang membawa bola. Steal bisa dilakukan dengan menggunakan kedua tangan untuk menangkis bola yang sedang dibawa lawan.

Selain menangkis bola yang sedang dikendalikan lawan, seorang pemain dapat melakukan steal dengan cara memblok passing lawan. Sehingga bola berganti posisi kepada tim Anda.

Namun, tetap ada aturan dalam melakukan steal ini. Pastikan Anda tidak membuat kontak sedikitpun dengan lawan. Entah itu kontak tangan, tubuh atau lengan. Jika kontak ini terjadi maka akan terjadi personal foul atau reach-in foul. Dan berimbas pada free throw yang diambil oleh tim lawan.

Dalam usaha melakukan steal, berikut ini tips and tricks untuk melakukannya.

Cara Melakukan Steal Sesuai Peraturan Bermain Bola Basket

  1. Tempel pemain yang sedang membawa bola dan pastikan pemain tersebut memiliki kemampuan dribble yang buruk.
  2. Gunakan press defense dan paksa pemain yang sedang melakukan serangan untuk membuat kesalahan dengan membuat traps atau jebakan.
  3. Pastikan posisi Anda tegap dengan kuda – kuda yang sempurna. Dengan posisi demikian maka Anda dengan mudah mengikuti gerak lawan.
  4. Cari peluang yang paling memungkinkan agar Anda dapat melakukan steal tanpa melakukan pelanggaran.

Turnover

Turnover dalam bola basket adalah saat kita kehilangan bola. Ini berarti bola beralih ke tim lawan maka ini disebut dengan turnover. Seperti yang sudah kami paparkan sebelumnya seperti steal, pelanggaran, dsb. maka ini menyebabkan turnover terjadi.

Pelanggaran Dalam Peraturan Bermain Bola Basket

Pelanggaran adalah turnover. Namun pelanggaran ini lebih fokus pada praturan permainan seperti dribbling dan aturan waktu. Pelanggaran dapat berakibat pada turnover dan untuk beberapa hal lain berakibat pada free throw. Berikut ini macam – macam pelanggaran dalam bola basket:

3-Seconds Violation (Pelanggaran 3-Seconds)

Pelanggaran 3-seconds dalam bola basket adalah sebuah aturan yang menyebutkan bahwa seorang pemain tidak diperbolehkan untuk berdiam di area kotak (cat) di bawah ring lebih dari 3 detik berturut – turut.

Pelanggaran 3-detik ini dibagi menjadi dua. Pelanggaran 3-detik yang dilakukan dalam posisi menyerang. Yaitu ketika seorang pemain sedang menyerang dan berada dalam area kotak selama 3 detik dan tidak berusaha untuk mencetak skor.

Dalam pelanggaran 3-detik yang dilakukan oleh tim yang sedang bertahan adalah ketika pemain tersebut berada di dalam area kotak selama 3 detik dan tidak sedang menempel (guarding) lawan. hitungan dimulai saat kaki pemain pertama kali masuk ke area tersebut dan berakhir saat kedua kaki keluar dari area kotak.

Untuk kembali masuk ke daerah kotak maka kedua kakinya harus keluar terlebih dahulu dari area kotak.

Dalam hal melakukan pelanggaran 3-detik, maka ada hadiahnya untuk tim lawan (yang tidak melakukan pelanggaran tersebut). Jika yang melakukan pelanggaran tersebut adalah pemain yang sedang menyerang maka bola akan beralih ke tim lawan (yang sedang bertahan). Apabila yang melakukan pelanggaran tersebut adalah seorang pemain dari tim yang sedang bertahan, maka tim lawan mendapat kesempatan untuk melakukan free-throw. Saat free-throw selesai, maka timnya juga berhak atas bola untuk dimainkan terlebih dahulu.

5-Second Violation (Pelanggaran 5-Detik)

Peraturan bermain bola basket menuntut seluruh pemain untuk selalu bergerak, tidak terlalu lama membawa bola, cepat dalam mengeksekusi umpan bola dst. Bahkan ini pun diatur secara resmi. Nah, pelanggaran 5-detik ini terjadi jika seorang pemain membawa bola selama 5 detik dan tidak melakukan tembakan, mengumpan atau dribble sedangkan ia ditempel terus oleh lawannya. Mungkin ini jarang sekali terjadi. Namun ada kok kasus yang sering terjadi.

Yaitu ketika pemain yang membawa bola sedang terjebak (trap). Tentu saja, ketika kita mendapat perlawanan yang ketat apalagi terjebak dalam trap lawan dan diapit oleh dua atau tiga pemain maka kita tidak bisa bergerak ataupun mengumpan bola. Ini tetap dihitung sah dan permainan tetap berlanjut. Namun dengan kita tidak bisa apa – apa tersebut kita lah yang mendapat hukuman. Kita telah melakukan pelanggaran 5-detik.

Jika Anda melakukan pelanggaran 5-detik maka tim lawan berhak atas bola selanjutnya.

Pelanggaran 5-detik selanjutnya adalah ketika Anda akan melakukan throw-in. Seperti yang kami ungkapkan di atas, bahwasannya pemain lawan berhak menghadang Anda saat akan mengumpan bola masuk ke dalam lapangan. Nah, dengan peraturan seperti ini maka tim lawan boleh saja beramai – ramai mengerumuni Anda agar tidak bisa mengumpan bola masuk dan akhirnya Anda pun melakukan pelanggaran 5-detik.

Dengan melakukan pelanggaran ini, maka wasit memberikan bola kepada tim lawan untuk selanjutnya dimainkan.

10-Second Violation (Pelanggaran 10-Detik)

Dalam hal membuat permainan bola basket tetap dinamis dan penuh gerakan maka aturan ini sangat menunjang. Para pemain dipaksa untuk berkumpul dalam satu area setengah lapangan dan tim yang menyerang tersebut pun tidak diperbolehkan kembali melewati garis tengah lapangan.

Pelanggaran 10-detik ini mengatur agar para pemain untuk bergegas melakukan serangan tanpa menunda waktu. Jika dalam 10 detik seorang pemain yang membawa bola tidak melewati garis tengah maka ia telah melakukan pelanggaran. Ini berakibat pada kehilangan bola. Tim lawan berhak atas bola tersebut.

Backcourt Violation (Pelanggaran Lapangan Belakang)

Pemain yang sedang dalam posisi menyerang dan telah melakukan umpan ke rekan tanda permainan dimulai dan telah melewati garis tengah maka bola tidak lagi diperbolehkan untuk kembali mundur atau melewati garis tengah lapangan.

24-Second Violation (Pelanggaran 24-Detik)

Sebelum kita membahas jenis pelanggaran satu ini. Kita coba lihat kembali ke belakang tentang apa yang disebut dengan “Shot Clock”. Shot clock ini intinnya adalah durasi waktu secara keseluruhan satu tim diperbolehkan untuk memainkan bola.

Awalnya, peraturan bermain bola basket ini tidak ada batasnya untuk satu tim menguasai bola. Tim tersebut boleh saja memainkan bola sesuka hati sampai kapanpun selama permainan. Hingga akhirnya pada tahun 1954 dibuatlah aturan baru. Tim yang sedang menyerang memiliki batas waktu sebanyak 24 detik untuk memainkan bola sebelum menembaknya.

Jika dalam batas durasi tersebut tidak juga melakukan tembakan yang mana bola menyentuh rim maka terjadi turnover. Dan bola diberikan kepada tim lawan. Itulah yang disebut dengan 24-Second Violation.

Travel

Travel adalah jenis pelanggaran dalam permainan bola basket yang muncul akibat pemain yang sedang membawa bola melangkah melampaui batas langkahan tanpa melakukan dribbling. Umumnya dan kebanyakan dalam aturan travel manapun, pemain hanya boleh melangkah sebanyak 2 langkah tanpa melakukan dribble.

Peraturan Bermain Bola Basket untuk Travel

  • Jika pemain yang sedang membawa bola terjatuh maka ia melakukan travel.
  • Jika pemain yang terjatuh memeluk bola dan bangun tanpa melakukan dribble maka ini termasuk travel. Namun, jika seorang pemain mengejar bola liar dan dengan posisi seperti meluncur maka ini bukan termasuk travel.
  • Jika seorang pemain menerima umpan dan sedang berlari, maka ia diperbolehkan untuk melangkah sebanyak 2 langkah sebelum entah berhenti, mengumpan bola, menembak. Jika ternyata pemain tersebut ingin tetap membawa bola lebih lama dan melakukan dribble, maka ia harus sudah memantulkan bola sebelum langkah yang kedua.

Double Dribble

Dalam melakukan dribble, pemain bola basket hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan (kanan atau kiri). Nah apabila pemain menggunakan dua tangan secara bersamaan untuk melakukan dribble maka ini disebut dengan double dribble dan merupakan personal violation. Bahkan, ketika pemain yang membawa bola berhenti melakukan dribble dan ternyata melanjutkan dribble nya maka ini juga disebut dengan double dribble.

Seorang pemain akan dikatakan selesai melakukan dribble ketika pemain tersebut sudah menggunakan kedua tangan untuk membawa bola. Atau ketika pemain tersebut membawa bola hanya menggunakan satu tangan namun mengangkat menggunakan telapak tangan (palmed).

Pemain yang baru saja menyelesaikan dribble nya, diperbolehkan untuk dribble lagi ketika bola direbut lawan. Atau ketika ia melakukan tembakan ke ring dan ternyata bola memantul karena menyentuh rim, maka ia boleh melakukan dribble lagi. Jika pantulan tersebut ternyata memantul selain ke rim maka pemain yang menembak tadi tidak boleh melakukan dribble. Namun tetap boleh merebut bola.

Jika Anda pernah melihat seorang pemain yang akan melakukan lemparan masuk ternyata memantulkan bola ke punggung lawan, maka ini merupakan salah satu trik untuk mereset jatah dribble nya. Dengan begitu, ia diperbolehkan untuk melakukan dribble lagi.

Itulah tadi berbagai macam nuansa peraturan bermain bola basket. Mulai dari peraturan bermain bola basket jaman old hingga yang paling baru. Jika Anda menemukan ada yang kurang dari artikel, silahkan tinggalkan komen di kolom komentar. Mari berdiskusi yang sehat dan membangun.

Leave a Comment